Kesehatan

Anjing Dapat Deteksi Kanker Usus

Liputan6.com, Tokyo: Seekor anjing dapat menjadi teman terbaik manusia dengan kesetiaannya. Bahkan anjing dapat mendeteksi tahap awal kanker usus hanya dengan mengendus.

Sebuah penelitian menunjukkan, anjing Labrador Retriever dapat mendeteksi jejak kanker 90 persen lebih akurat dari sampel yang diberikan. Temuan ini dapat menjadi tes skrining tahap awal kanker usus sebelum menyebar ke seluruh tubuh, yang tingkat pengobatannya cukup sulit.

Pada penelitian sebelumnya dihasilkan anjing keturunan Labrador atau anjing Air Portugis bisa mengendus gangguan pada kandung kemih, kulit, paru-paru, payudara dan kanker ovarium. Selain itu anjing terlatih juga dapat menunjukkan kegelisahan saat pemiliknya menderita melanoma.

Untuk kanker usus, program NHS skrining sekarang ini menggunakan tes yang mendeteksi per menitnya jumlah darah dalam sampel tinja. Namun para peneliti pada temuan terbaru mengatakan, cara ini memiliki keterbatasan, karena hanya satu dari sepuluh kasus tahap awal penyakit itu.

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal Gut, menemukan hal yang menakjubkan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Selama beberapa bulan, peneliti menggunakan Labrador untuk melakukan 74 tes dengan mengendus.

Setiap kelompok terdiri uji satu sampel dari pasien dengan kanker usus, dan empat sampel kontrol dari orang-orang yang bersih alias tak mengidap kanker usus. Sampel secara acak ditempatkan dalam lima kotak.

Anjing Labrador, khusus dilatih untuk aroma bahan kimia yang terkait dengan kanker usus. Pertama, anjing mengendus sampel napas dari pasien yang diketahui memiliki penyakit.

Ia lalu berjalan di sepanjang kotak, duduk di depan sampel yang diyakini cocok dengan aroma kanker. Tes kemudian diulangi dengan kotak yang berbeda.

Kemampuan anjing Labrador untuk mendeteksi kanker pada sampel napas adalah 95 persen secara keseluruhan akurat, dan 98 persen akurat untuk sampel tinja. ” Tingkat akurasinya tinggi, bahkan untuk kanker tahap awal, “kata para peneliti Jepang.

Mereka mengakui bahwa mungkin akan sulit untuk menggunakan anjing dalam praktik klinis karena biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk melatih mereka membutuhkan waktu beberapa bulan.

Tapi mereka berharap bahwa senyawa-spesifik kanker yang dideteksi oleh anjing dapat dimasukkan ke sebuah sensor baru yang dapat digunakan untuk menguji sampel sebagai bagian dari penyaringan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s