Saif al-Islam Gaddafi akan diadili di Libia

Menteri Kehakiman sementara, Mohammed al-Allagui, mengatakan putra Gaddafi, Saif al-Islam, akan diadili di Libia dan tidak diserahkan kepada Mahkamah Kejahatan Internasional, ICC.

Hal tersebut disampaikan bersamaan dengan tibanya Ketua Jaksa ICC, Luis Moreno Ocampo, di ibukota Libia, Tripoli.

“Singkatnya, kami tidak akan menyerahkan dia,” katanya seperti dikutip kantor berita AFP.

“Mengadili Saif adalah tanggung jawab khusus dari pengadilan Libia. Itu merupakan hak prerogatif pengadilan Libia. Itu berkaitan dengan kedaulatan kami atas wilayah dan warga kami,” tambahnya.

Bagaimanapun dia mengatakan jaksa penuntut akan diberi izin untuk bertemu dengan Saif al-Islam.

“Jika dia (Luis Moreno Ocampo) meminta, dia akan kami sambut dengan baik.”

Keterlibatan ICC

Kunjungan Ocampo ke Libia bertujuan untuk meyakinkan pemerintah sementara Libia bahwa pengadilan terbaik bagi Saif adalah di pengadilan ICC di Den Hag, Belanda, seperti dilaporkan wartawan BBC di Den Hag, Anna Holligan.

Namun pemerintah dan sebagian besar warga Libia ingin agar Saif diadili di tempat berlangsungnya kejahatan yang didakwakan kepadanya.

Dan di Tripoli, kepada para wartawan, Ocampo menegaskan bahwa dia bisa menerima keinginan warga Libia.

“Saif ditangkap, jadi kami di sini untuk menjamin kerja sama. Bulan Mei kami mengeluarkan surat penangkapan karena warga Libia tidak bisa melakukan pengadilan di Libia. Kini setelah warga Libia memutuskan untuk melakukan pengadilan dan bisa melakukannya, kami akan membantu mereka,” tutur Ocampo.

Ocampo membahkan bahwa warga Libia memiliki kebebasan untuk mengadili Saif namun hakim ICC harus dilibatkan dalam pengadilan.

“Undang-undang mengatakan yang utama dalam sistem nasional. Jika mereka mengadili kasus itu di sini, kami akan membahas dengan mereka bagaimana mereka memberi informasi kepada para hakim dan mereka bisa melakukannya.”

“Namun hakim kami harus dilibatkan: mereka harus memahaminya dan mereka bisa melakukannya. Itu adalah peraturan,” tambahnya.

Surat penangkapan

Saif al-Islam Gaddafi didakwa dengan kejahatan terhadap kemanusiaan, pembunuhan dan penganiayaan. Dia ditangkap oleh pasukan pemerintahan sementara Libia, Sabtu 19 November.

Sebelumnya, ICC sudah mengeluarkan surat penangkapan atas Saif al-Islam, Kolonel Muamar Gaddafi, dan mantan kepala badan intelijen Libia, Abdullah al-Sannussi.

Kolonel Gaddafi tewas ketika ditangkap di kota kelahirannya, Sirte, pada tanggal 20 Oktober sedangkan al-Sanussi, yang merupakan ipar Gaddafi, berhasil ditangkap di dekat kota Sabha Minggu 20 November.

Sedangkan Saif al-Islam -yang disebut-sebut sebagai calon penerusnya ayahnya- ditangkap ketika dilaporkan akan mengungsi ke negara tetangga Niger.

Al-Sanussi juga dicari oleh pengadilan Prancis, yang sudah menjatuhi hukuman mati secara in absentia sehubungan dengan kasus serangan pesawat UTA pada akhir tahun 1980-an yang menewaskan 170 orang.sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s